Jumat, 07 Februari 2014

Personal Protective Equipment (PPE) / Alat Pelindung Diri (APD)

Alat Pelindung Diri (APD) atau biasa juga disebut Personal Protective Equipment (PPE), di tempat kerja harus dipertimbangkan dalam konteks sebagai metode pengendalian untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Perlu selalu diingat bahwa memakai alat pelindung diri yang tepat saat bekerja harus dipertimbangkan sebagai usaha terakhir dalam mengurangi atau menghilangkan risiko di tempat kerja, yang hanya akan digunakan saat pengendalian teknis yang dapat mengurangi bahaya (seperti isolasi, ventilasi, penggantian atau perubahan proses) dan kontrol administratif (seperti prosedur kerja) tidak dapat diterapkan.

Proses APD ditujukan untuk memastikan bahwa APD telah dipilih dengan benar sesuai dengan bahaya yang ada dan mengacu kepada standar, pegawai dan mitra kerja mendapatkan pelatihan yang sesuai, dan selalu memakai APD yang tepat dengan benar untuk pekerjaan yang memerlukannya. Dimana UU No.1 Tahun 1970 mewajibkan perusahaan untuk menyediakan APD kepada pekerja sesuai dengan resiko pekerjaan yang digelutinya. APD juga wajib diberikan kepada siapapun yang memasuki tempat kerja (termasuk tamu perusahaan).
Definisi Khusus :
  1. Alat pelindung diri (APD): Adalah alat bantu sebagai pertahanan terakhir untuk mengurangi resiko akibat dari suatu kecelakaan.
  2. Evaluasi Bahaya: kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui jenis/komposisi dan besarnya/konsentrasi bahaya, termasuk di dalamnya adalah bahaya fisik, biologis, dan kimiawi di tempat kerja. Kegiatan ini perlu diselesaikan sebelum melanjutkan kepada pemilihan APD yang tepat. Evaluasi bahaya dapat dilakukan dengan menggunakan cara observasi maupun pengukuran kuantitatif.


Alat dan Bahan :
1. Formulir Evaluasi, dan Pemilihan APD
Evaluasi bahaya biasanya dilakukan sebagai bagian awal dari/persyaratan kegiatan lain seperti Izin Kerja, Bekerja dengan Bahan Kimia, dan Penguncian dan Pelabelan sebelum melanjutkan kepada pemilihan APD yang tepat.

2. APD
Alat Pelindung Diri yang diperlukan untuk semua pekerjaan yang berlangsung di fasilitas harus disediakan secara lengkap. APD standart yang biasa dilengkapi adalah Topi Keselamatan, Sepatu Keselamatan dan Kacamata Keselamatan. Berdasarkan evaluasi bahaya kemudian dipilih APD yang tepat. Kebutuhan pemakai, dan derajat perlindungan yang diberikan oleh peralatan harus dipertimbangkan dalam pemilihan APD. APD yang dipilih harus didesain untuk memenuhi persyaratan dari standar atau peraturan seperti dari ANSI, OSHA, NFPA, UL, NIOSH, maupun SNI.

3. Papan Peringatan dan Informasi tentang Penggunaan APD
Papan peringatan dan informasi tentang penggunaan APD perlu dipasang untuk memperingatkan pengunjung tentang pentingnya penggunaan APD dan memberikan informasi tentang APD yang diperlukan pada daerah kerja tertentu.


4. Hal-hal yang perlu didokumentasikan
Semua hal di bawah ini perlu didokumentasikan untuk kepentingan audit, analisis, maupun perbaikan:
  1. Salinan Formulir Evaluasi Bahaya
  2. Laporan Penyelidikan Kecelakaan yang terkait dengan insiden karena ketidakpatuhan pemakaian PPE.
  3. Pelanggaran terhadap persyaratan APD. Pelanggaran ini dianggap sebagai tindakan hampir celaka (near miss).
  4. Tindakan disiplin terhadap pegawai atau pekerja lainnya.
  5. Hasil inspeksi yang terkait dengan APD
  6. Catatan training

Tidak ada komentar:

Posting Komentar