Jumat, 07 Februari 2014

Lockout/Tagout (LOTO) / Penguncian & Pelabelan

Proses Penguncian dan Pelabelan (selanjutnya disebut LOTO) bertujuan untuk melindungi orang yang sedang bekerja atau berada disekitar mesin, instalasi listrik atau fasilitas proses produksi yang sedang diperbaiki dan dalam perawatan. Perlindungan itu dilakukan dengan mengisolasi energi berbahaya atau penguncian, pemasangan pengaman dan label pada sumber-sumber energi yang dapat mencederai seseorang.

Proses LOTO ini merupakan persyaratan minimum yang harus diterapkan pada seluruh fasilitas apabila pegawai atau mitra kerjanya melakukan pekerjaan pada tempat kerja di mana pelepasan energi berbahaya sangat mungkin dapat terjadi, seperti pada situasi berikut:
  1. Mesin/peralatan proses baru yang hendak dibeli dan dipasang
  2. Peralatan yang ada sedang dimodifikasi, diperbaiki, direnovasi atau diganti
  3. Alat pengisolasi energi sedang diperbaiki atau sedang dibuatkan/ditambahkan pada suatu peralatan.
Energi meliputi Energi Kinetik (gaya yang disebabkan oleh suatu benda) dan Energi Potensial (gaya yang tersimpan di dalam suatu benda yang tidak bergerak). Energi Kinetik dan Potensial meliputi Listrik, Mekanik, Hidraulik, Pneumatik, Kimia, Panas, dll.
Proses ini meliputi prosedur pelaksanaan LOTO dengan peran dan tanggung jawab terkait dari pelaksana proses, dan infrastruktur yang diperlukan bagi berjalannya proses.




Definisi Khusus :
1.      Pegawai berwenang: Petugas yang mengunci/memblok/memasang label pada mesin, fasilitas proses produksi atau peralatan listrik untuk melakukan perbaikan, pemeliharaan atau modifikasi pada peralatan tersebut. Pegawai berwenang dan operator mungkin saja orang yang sama apabila tugas operator juga termasuk melaksanakan pekerjaan itu. Pegawai berwenang termasuk tetapi tidak terbatas kepada petugas listrik, mekanik atau orang yang bertanggung jawab dalam penerapan prosedur penguncian dan pemasangan label, seperti; penyelia pemeliharaan, mandor/penyelia pelaksana pekerjaan.
2.      Berenergi: Berhubungan dengan suatu sumber energi, atau mengandung energi sisa atau tersimpan.
3.      Alat pengisolasi energi: Alat mekanis yang secara fisik mencegah pemindahan atau pelepasan energi, termasuk tetapi tidak terbatas pada hal-hal berikut: Pemutus arus listrik yang dioperasikan secara manual; slip buta /buntu; katup lurus; katup blok dan setiap alat serupa yang digunakan memblok atau mengisolasi energi. Istilah tersebut tidak termasuk tombol tekan, sakelar pilih, dan peralatan jenis sirkuit kontrol lainnya.
4.      Sumber energi: Setiap sumber listrik, mekanik, hidrolik, pneumatik, kimia, panas atau energi lain.
5.      Penguncian: Pemasangan gembok pada alat pengisolasi energi, sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan, untuk memastikan bahwa alat pengisolasi energi dan peralatan yang sedang dikendalikan tidak dapat dioperasikan hingga alat pengunci itu dilepas.
6.      Alat pengunci: Suatu alat yang dapat mengunci, dapat berupa gembok dan anak kuncinya atau kunci kombinasi, untuk menahan suatu alat pengisolasi energi pada posisi aman dan mencegah pelepasan energi pada mesin atau peralatan.
7.      Perawatan dan pemeliharaan: Kegiatan ditempat kerja, seperti:  pekerjaan konstruksi, pemasangan, penempatan, penyetelan pemeriksaan, pengubahan dan pemeliharaan dan/atau perbaikan   mesin atau peralatan. Kegiatan ini meliputi pekerjaan pelumasan, pembersihan, perbaikan kemacetan mesin atau peralatan dan penyetelan atau pengubahan alat, dimana pegawai mungkin terpapar dengan energi yang tidak diharapkan, atau mesin hidup dan terjadi pelepasan energi berbahaya.
8.      Pemasangan label: Memasang suatu label   pada suatu alat pengisolasi energi   untuk melarang orang   mengoperasikan atau mengalirkan energi pada suatu peralatan yang sedang dirawat, dipelihara, diperbaiki, dimodifikasi atau   dikontrol tanpa izin.
9.      Label: Suatu tanda peringatan yang jelas, berupa label dan perlengkapannya yang dapat dipasangkan dengan kuat pada alat pengisolasi energi sehingga dapat menunjukkan bahwa alat pengisolasi energi dan peralatan yang sedang dikendalikan tidak boleh dioperasikan hingga label dilepas.
 10.  Memblok: Memasang suatu alat guna mencegah gerakan energi, mesin atau peralatan.

Alat dan Bahan

1. Label

Label harus dibuat berwarna standar untuk menunjukkan siapa yang memasang. Pemasang harus menandatanganinya. Label biasanya dibuat berbeda warna untuk memudahkan pekerja memahami derajat bahaya yang ada.








2. Alat Pengunci

Adalah sesuatu yang dianjurkan untuk menggunakan alat pengunci yang standar. Alat pengunci harus tidak dapat dibuka kecuali dengan alat pemasang logam. Gembok dan anak kuncinya harus dimiliki masing-masing orang, dan tidak berfungsi sebagai kunci master. Pemasang harus memegang anak kuncinya.








3. Perangkat Keras Bantu Lainnya
Contoh dari perangkat ini antara lain seperti penghalang, yellow tape, barricade, skillet, rantai, flensa-buta, pelindung sirkuit pengendali.

4. Checklist Pemasangan dan Pelepasan Kunci dan Label

Checklist pemasangan kunci dan label harus diisi dan pelepasan kunci dan label harus diisi oleh pegawai berwenang.

Identifikasi Warna LOTO
Terdapat berbagai macam warna untuk mengidentifikasi LOTO. Klasifikasi warna bisa disesuaikan oleh masing-masing peraturan Keselamatan Kesehatan Kerja perusahaan. Beberapa warna pada LOTO adalah Warna Biru, Warna Merah, Warna Kuning, Warna Hijau, Warna Putih, Warna Merah Muda. LOTO ini dibagi dalam beberapa warna dengan tujuan untuk membedakan peruntukan pekerjaan yang sedang dilakukan, seperti perbaikan peralatan oleh mekanik, electrical atau instrumen, pekerjaan confined space, dan untuk operator.
LOTO’s Video:

5 Penyebab Utama Terjadinya Kecelakaan Kerja Berkenaan dengan LOTO
  1. Kegagalan untuk menghentikan peralatan
  2. Kegagalan untuk memutus aliran energi dari sumbernya
  3. Kegagalan untuk menghilangkan sumber energi
  4. Secara tidak sengaja mengoperasikan kembali peralatan yang sedang diperbaiki
  5. Tidak Membersihkan area kerja sebelum mengoperasikan kembali peralatan yang telah diperbaiki
Prosedur Pemasangan LOTO
  1. Memberitahu dan memperingatkan operator atau pekerja yang terpengaruh atau berhubungan dengan mesin /  peralatan bahwa peralatan akan  diputuskan sambungannya dari sumber arus,
  2. Persiapan untuk memutuskan sambungan, mematikan mesin atau peralatan.
    Untuk mesin yang dikendalikan dengan sistem otomatis program komputer maka harus dimatikan secara manual sebagai tanda untuk mengkomunikasikan bahaya pada operator atau orang yang dapat mengoperasikan mesin dari tempat lain.
  3. Peralatan dimatikan / diputuskan sambungannya dari sumber arus
  4. Mengisolasi peralatan
  5. Memasang Lockout dan Tagout
  6. Lepaskan atau buang energi yang tersisa jika ada
  7. Verifikasi kembali bahwa energi telah dimatikan
Prosedur Pelepasan LOTO
  1. Pastikan peralatan telah aman untuk dioperasikan kembali
  2. Pindahkan peralatan kerja dan pengaman
  3. Amankan semua pekerja yang berhubungan jauh dari peralatan / mesin
  4. Lepaskan LOTO oleh orang yang memasangnya
  5. Beritahu semua pekerja yang berhubungan dengan peralatan bahwa peralatan akan segera dioperasikan kembali
  6. Hidupkan energi
  7. Peralatan / mesin yang telah diperbaiki dapat digunakan kembali

1 komentar: