Jumat, 07 Februari 2014

Dokumen MSDS

Dokumen Material Safety Data Sheet (MSDS) adalah dokumen atau bahan tertulis mengenai suatu bahan kimia berbahaya yang memberikan informasi mengenai bahaya potensial dan cara penanganan yang selamat (aman) atas bahan yang digunakan. Tujuan spesifik dari penggunaan MSDS di tempat kerja adalah untuk menjamin bahwa bahaya bahan kimia dan fisik yang ada di tempat kerja dan cara penanganannya dikomunikasikan secara baik kepada pegawai dan mitra kerja, sehingga baik pegawai dan mitra kerja dapat bekerja dengan selamat dalam menggunakan bahan tersebut.
Lembar MSDS biasanya dibuat oleh pemilik pabrik asal pembuatan bahan kimia tersebut. Namun, sebagai implementasi salah satu program HSE di tempat kerja, HSE Officer bisa membuat kembali lembar MSDS di tempat kerja dengan tulisan dan isi informasi yang lebih jelas berdasarkan lembar MSDS asli dari pabrik.

MSDS sangat berguna dalam pekerjaan yang memilik keterlibatan langsung dengan penggunaan bahan kimia berbahaya. Oleh karena itu, maka setiap lembar MSDS harus diletakkan, digantungkan, atau ditempel di dekat bahan kimia yang digunakan.
Material Safety Data Sheet (MSDS) umumnya dibagi atas 7 bagian yang mencakup jenis informasi sebagai berikut:
  1. Identifikasi
  2. Unsur Berbahaya
  3. Data Bahaya Api dan Ledakan
  4. Data Fisik
  5. Data Bahaya Untuk Kesehatan
  6. Informasi Pelindung Khusus
  7. Prosedur Penanganan Tumpahan atau Kebocoran dan Tindakan Pencegahan Khusus
Area kerja yang berkaitan langsung dengan penggunaan bahan kimia berbahaya, selain memerlukan MSDS juga memerlukan hal lain untuk mengkomunikasikan peringatan akan bahayanya sebuah bahan kimia dan penanganannya, yaitu ada label (Diamond Label), ada Safety Shower dan Eye Wash, ada tanda peringatan dan informasi di sekitarnya.
DIAMOND LABEL dan PLAKAT



Beberapa labelling dan marking system untuk mengkomunikasikan bahaya seperti di atas, biasa digunakan secara internasional. NFPA dan HMIS adalah sistem pewarnaan dan sistem peringkat sebagai kode dalam menentukan tingkat bahaya dan dampaknya.
NFPA (National Fire Protection Association) Diamonds
Dalam Diamond Label terdapat 4 bagian yang direpresentasikan dengan 4 warna masing-masingnya dan penggunaan angka untuk menunjukkan tingkatan bahaya bahan kimia tersebut. Warna-warna yang digunakan adalah warna merah, warna biru, warna kuning, dan warna putih. Warna merah berisi informasi mengenai dampak kesehatan, warna biru berisi informasi mengenai titik ledakan dan kebakaran, warna kuning berisi informasi mengenai reaktivitas, dan warna putih berisi informasi mengenai bahaya khusus.
HMIS (Hazardous Materials Information System)
Sistem yang digunakan oleh HMIS hampir sama dengan sistem NFPA dalam pengkodean warna, kecuali warna putih. Dalam sistem HMIS, warna putih ditujukan sebagai informasi khusus mengenai Personal Protective Equipment (PPE / Alat Pelindung Diri) yang digunakan.
Warna dan Angka
Warna Biru        : Berisi data mengenai dampak terhadap kesehatan
Angka:
  • 0 : Normal Material (Terkena bahan ini tidak berbahaya bagi kesehatan)
  • 1  : Slightly Hazardous (Mengakibatkan iritasi atau luka apabila terkena bahan ini. Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai
  • 2 : Hazardous (Terkena bahan ini akan mengakibatkan bahay terhadap kesehatan. Gunakan APD yang sesuai
  • 3  : Extreme Danger (Luka atau akibat serius dapat diakibatkan jika terkena bahan ini. Lindungi seluruh permukaan tubuh dari bahan ini. APD yang lengkap yang harus digunakan adalah Uniform (Baju safety), Chemical Hand gloves, Chemical Goggles, dan Safety Shoes.
  • 4  : Deadly (Walaupun hanya sedikit terkena bahan ini, dapat menyebabkan kematian. Hanya baju khusus untuk perlindungan bahan ini yang boleh dipakai.

Warna Merah   : Berisi data mengenai dampak ledakan dan kebakaran
Angka :
  • 0  : Will Not Burn (Tidak dapat terbakar)
  • 1  : Above 200 F (Agar terbakar diperlukan pemanasan awal. Sebagian besar material solid yang dapat terbakar berada pada bagian ini)
  • 2  : Between 100 F and 200 F (Sedikit pemanasan dapat menyebakan timbulnya nyala api. Prosedur kehatia-hatian harus ada bagi pekerja yang menangani).
  • 3  : Below 100 F (Dapat terbakar, menguap, dan meledak dibawah temperatur normal. Diperlukan latihan dan training kehati-hatian dalam menangani bahan ini).
  • 4  : Below 73 F (bahan ini sangat mudah terbakar, menguap, dan meledak tergantung dari kondisinya. Kehati-hatian total dan sangat mendalam harus dilakukan dalam menangani dan menyimpan bahan ini).

Warna Kuning  : Berisi data mengenai Reaktivitas
Angka:
  • 0  : Stable (Bahan dalam kondisi stabil jika mengalami panas, penekanan, atau bereaksi dengan air)
  • 1  : Unstable if Heated (Bahan dapat menjadi tidak stabil jika pada kondisi tekanan atau temperatur yang meningkat atau bereaksi dengan air. Penanganan dengan kehati-hatian)
  • 2  : Violent Chemical Change (Dapat berubah menjadi bahan kimia berbahaya lain dalam kondisi normal atau tertentu. Mengakibatkan bahaya atau ledakan jika bercampur dengan air. Pengawasan dari jarak jauh)
  • 3  : Shock / Heat May Detonate (Bahan yang dapat meledak jika mendapat tindakan awal sepert panas, tekanan, atau air. Pengawasan dari balik pelindung atau dinding tahan ledakan)
  • 4  : May Detonate (Bahan mempunyai kemampuan dapat meledak pada temperatur dan tekanan normal. Evakuasi area jika lokasi terkena panas atau api)
NFPA Diamond Warna Putih   : Berisi informasi mengenai bahaya khusus seperti OXY (Oxidizer), ACID (Acid), ALK (Alkali), COR (Corrosive), Use No Water, dan Radiation Hazard
HMIS Label Warna Putih    : Berisi informasi khusus mengenai Personal Protective Equipment (PPE) / Alat Pelindung Diri (APD) yang harus digunakan dalam bekerja menggunakan bahan kimia.

Contoh Penggunaannya :



Pencegahan dan Penanganan akibat terkena Dampak Bahan Kimia Berbahaya bagi Pekerja
Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan adanya papan informasi peringatan (warning signs) merupakan salah satu cara untuk mencegah terkena dampak penggunaan bahan kimia bagi pekerja. Iritasi parah pada mata, kerusakan kulit yang permanen, gangguan pernapasan dan atau beracun jika dihirup, serta korosif, merupakan hal yang paling umum dan acap kali dirasakan oleh pekerja yang terkena bahan kimia berbahaya. Oleh karena itu, sangat penting adanya ketersediaan Eye Wash, Safety Shower, dan Wastafel di tempat kerja dan peletakkannya pun tidak boleh jauh dari posisi peletakkan bahan kimia berbahaya. Peralatan ini harus diletakkan antara 10 – 50 feet dari potensi bahaya.
Contoh Eye Wash

Contoh Safety Shower

Contoh Warning Signs

Filed under: Material Safety Data Sheet (MSDS)

1 komentar:

  1. trimakasih banyak atas informasinya..sangat membantu sekali.. masukan sedikit.. ada beberapa kata-kata dimateri yang terbalik pada penjelasan NFPA.. trimakasih

    BalasHapus