Jumat, 07 Februari 2014

Access Control

Access Control adalah pembatasan akses untuk memasuki beberapa lokasi. Proses Access Control ditujukan untuk memastikan bahwa hanya orang-orang yang berwenang dan punya alasan yang absah, terkait dengan operasi dan bisnis, mendapatkan ijin, dan memahami dan memenuhi persyaratan yang ditentukan untuk masuklah yang dapat memasuki dan/atau bekerja di dalam fasilitas. Hal ini dimaksudkan agar keselamatan dan keamanan fasilitas, dan orang-orang yang berada di dalamnya dapat terjamin.
Access Control biasanya dilakukan dengan memberikan Badge/ID Card dengan wilayah akses tertentu. Atau memasang rambu pada pintu fasilitas, misalnya rambu “selain karyawan dilarang masuk”. Cara lain adalah dengan menaruh pos penjagaan/security ataupun dengan cara memasang kunci otomatis yang hanya bisa dimasuki oleh orang yang memiliki ID Card atau mengetahui Kode Masuk (PIN).

Orang-Orang yang boleh berada pada Area Kerja:
  1. Security: Tim security perusahaan yang ditugaskan secara khusus untuk menjaga keamanan fasilitas.
  2. Persyaratan Memasuki Fasilitas: persyaratan yang harus dipenuhi oleh pengunjung yang ingin memasuki fasilitas tertentu.
  3. Pengunjung: mereka yang punya alasan yang absah dan kepentingan bisnis tertentu untuk masuk ke dalam fasilitas. Pengunjung dapat dibedakan menjadi tamu (yang hanya sekedar berkunjung seperti, Management Visit, Executive Visit, kunjungan mahasiswa kerja praktek, tim lain yang datang untuk mendapatkan data, dan wawancara), supporting team (tim lain yang bekerja di dalam fasilitas, atas nama project atau atas dasar work order yang dibuat oleh Facility Owner, seperti mitra kerja, tim maintenance, dan tim project development).
Hal-hal yang termasuk dalam ruang lingkup access control adalah:
  • Layout Area Kerja
Layout area kerja pada dasarnya berisi informasi lengkap mengenai gambaran umum ruang atau pabrik atau workshop yang selalu digunakan untuk beraktivitas melakukan pekerjaan. Layout bisa berbentuk denah. Selain berupa gambaran umum area kerja, layout juga mendeskripsikan jalur evakuasi apabila terjadi kebakaran di tempat kerja dengan menuliskan jalur “Emergency Exit”. Tempat Fire Extinguisher atau APAR berada pun ditunjukkan dalam lay out ini. Selanjutnya, layout pun diberi warna yang sesuai dengan petunjuk mengenai area kerja, area jalan, dan area office, serta letak restrooms.




Layout ditujukan untuk orang-orang yang belum pernah memasuki area kerja tersebut atau orang-orang yang baru pertama kali akan memasuki area kerja. Safety induction wajib diberikan kepada pekerja atau tamu yang berkepentingan oleh HES Officer dengan menjelaskan area kerja melalui layout yang harus ditempel atau diletakkan di pintu atau gerbang masuk fasilitas kerja. Penjelasan dari HES Officer haruslah lengkap dan menyeluruh termasuk penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di area wajib APD.
  • Log Book
Adalah buku yang digunakan untuk mencatat lalu lintas orang dan kendaraan yang memasuki/meninggalkan fasilitas tertentu. Log book ditulis dengan tulisan tangan pekerja atau pengunjung sendiri. Log book berfungsi agar selalu mengetahui jumlah orang-orang yang berada di area atau fasilitas kerja. Hal ini sangat diperlukan terlebih apabila terjadi kebakaran, maka log book merupakan hal pertama yang harus dicek untuk mengetahui berapa jumlah orang yang masih berada di area yang mengalami kebakaran. Log book sebaiknya dibagi menjadi 2 macam, yaitu log book untuk data keluar masuknya karyawan perusahaan sendiri dan log book untuk tamu yang berkunjung ke area kerja. Dalam log book terdapat beberapa kolom yang umum yang diisi.
- Log Book Pekerja: terdiri atas kolom Nama Pekerja, Badge Pekerja, Jam masuk, Jam Keluar, Tanda Tangan / Paraf, dan Keterangan
- Log Book Tamu: terdiri atas kolom Nama Pengunjung, Badge Pengunjung, Badge Visitor, Tujuan, Barang yang dibawa, Jam masuk, Jam Keluar, Tanda Tangan / Paraf, Keterangan

  • Papan Persayaratan Masuk Pengunjung, Warning Sign, dan PPE Sign

Pada beberapa area kerja, khususnya di lokasi kerja yang menyangkut jenis kerja minyak bumi, gas, dan minerba, papan persyaratan masuk pengunjung sangat diperlukan untuk mengingatkan pengunjung mengenai hal apa saja yang wajib diisi dan dilengkapi sebelum memasuki fasilitas kerja. Selain itu, papan warning sign dan PPE / APD Sign juga wajib ada di area access control Hal ini merupakan salah satu kelengkapan access control yang mencegah terjadinya bahaya di area kerja.
            





  •  Badge Visitor
Setiap area kerja, baik office ataupun lapangan, wajib menyiapkan badge khusus visitor. Badge ini memiliki fungsi untuk menginformasikan bahwa pengunjung telah memiliki izin untuk memasuki area kerja tersebut. Badge visitor didapatkan dengan cara menukarkan tanda pengenal yang dimiliki oleh pengunjung seperti badge perusahaan pengunjung, KTP, SIM, atau lainnnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar