Jumat, 07 Februari 2014

Kumpulan Undang-undang Ketenagakerjaan

:. hse-info.com. UU No 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kesehatan Kerja
UU Uap Tahun 1930 Tentang Pesawat Uap
UU No. 14 tahun 1992 – Lalu Lintas dan Jalan
UU Jamsostek Terbaru Nomor 40 Tahun 2004
UU No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan
UU No 11 Tahun 1961 Tentang Hygiene untuk usaha-usaha bagi umum
UU No 3 Tahun 1969 tentang Persetujuan Konvensi Organisasi Perburuhan Internasional No.120 Mengenai Hygiene dalam Perniagaan dan Kantor-Kantor

Kumpulan Kepmen dan Permenaker Republik Indonesia


:. hse-info.com. Kepmen LH 48 1996 BAKU TINGKAT KEBISINGAN
Kepmen 187 Men 1999 PENGENDALIAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA DITEMPAT KERJA
Kepmen LH No 49 TH 1996 BAKU TINGKAT GETARAN
Kepmen LH 86 Tahun 2002 UKL UPL
Kepmen No 17 tahun 2001 KEGIATAN USAHA WAJIB AMDAL
Kepmen PU 002 tahun 1985 KETENTUAN, PENCEGAHAN, PENANGGULANGAN KEBAKARAN PADA BANGUNAN GEDUNG
permenaker 5-1985 PESAWAT ANGKAT – ANGKUT
Kepmenaker No 51 th 1999 AMBANG BATAS FAKTOR FISIKA DITEMPAT KERJA
Kepmen LH 45 thn 2005 RKL RPL

Contoh-contoh Kecelakaan Kerja

:. hse-info.com. PERUT TERPUKUL DRILL COLAR Tanggal 3 Maret 2010 di sebuah instalasi pemboran lepas pantai telah terjadi kecelakaan yang menyebabkan seorang Roustabout meninggal dunia. Kecelakaan terjadi ketika sedang mengeluarkan drill colar dari dalam box penyimpanan dengan bantuan alat angkat (crane).
Kronologi kecelakaan:
  • Drill Colar (DC) adalah salah satu rangkaian pipa bor yang dipasang di atas pahat. Gunanya sebagai pemberat, sehingga pemboran lebih mudah untuk menembus lapisan tanah.
  • Biasanya drill colar diletakkan di atas rak pipa atau disimpan dalam sebuah kotak.
  • Pada instalasi pemboran di lepas pantai yang tempatnya serba terbatas, drill colar disimpan di dalam kotak.
  • Untuk mengeluarkan drill colar dari dalam kotak tidak mungkin diangkat oleh manusia, karena drill colar sangat berat, sehingga digunakan pesawat angkat.
  • Cara mengangkatnya dengan kawat baja (sling) yang diujungnya dipasang pengait.
  • Pengait dicantolkan di kedua ujung pipa (dc), kemudian diangkat dengan pesawat angkat (crane).
  • Pada saat pengangkatan inilah terjadi kecelakaan, dimana posisi sling tidak center dengan pipa, sehingga pipa terayun dan ujungnya menumbur perut seorang Roustabout yang berada di dekatnya.

SMK3

:. hse-info.com. Baru-baru ini terjadi perdebatan karena pihak ESDM mengeluarkan pernyataan bahwa “industri Migas dan Tambang tidak wajib menerapkan SMK3″. Memang dalam dunia industri Migas dan Tambang tentunya sistim manajemen mutu seperti ISO 9001, OHSAS dan ISO 14001 lebih populer dari pada produk SMK3. Namun dengan dikeluarkannya PP No.50/2012 ini tentunya semua industri yang memperkerjakan pegawai 100 orang atau lebih dan industri dengan resiko tinggi wajib menerapkan SMK3 seperti tercantum dalam pasal 5 ayat 1 dan 2. Lalu bagi industri besar seperti industri Migas dan Tambang timbul pertanyaan mengapa harus mengaplikasikan SMK3 jika mereka sudah mengaplikasikan OHSAS 18001:2007?? jawabannya mudah, bagi mereka yang ingin mengaplikasikan ISO 9001 ataupun OHSAS 18001:2007 ada persyaratan bahwa perusahaan harus mentaati peraturan lokal dan regional yang berlaku di tempat perusahaan itu melaksanakan usahanya, dalam hal ini maka SMK3 menjadi persyaratan mutlak yang harus diterapkan oleh perusahaan yang ingin mendapatkan sertifikasi ISO 9001 ataupun OHSAS.Hal ini dapat dicermati dalam kalimat panduan ISO 9001 yang mengharuskan perusahaan memenuhi kepuasan pelanggan, regulasi dan peraturan perundangan yang berlaku.
Begitulah penerapan ISO 9001 dan OHSAS sudah memperhitungkan dan menghormati peraturan lokal yang berlaku sementara pelaku dunia usaha kurang mencermati tujuan dan hakikat dari penerapan sistem manajemen, termasuk sistem manajemen K3. Untuk itu bersama ini kami sertakan unduhan PP 50/2012 dan pedoman ISO 9001:2008 sebagai bahan bacaan.

PP No. 50 Tahun 2012 tentang SMK3
SNI ISO 9001_2008_(dua bahasa)

Teori Kecelakaan Kerja

:. hse-info.com. Terdapat banyak teori yang menjelaskan bagaimana kecelakaan dapat terjadi, pada intinya kecelakaan adalah hal yang terjadi diluar dugaan dan tidak terencana, kecelakaan menimbulkan korban, baik korban materil ataupun non-materil.
Teori Domino
Heinrich (1980) dalam  risetnya menemukan sebuah teori yang dinamai teori domino. Teori ini menyebutkan bahwa pada setiap kecelakaan yang menimbulkan cedera, terdapat lima faktor secara berurutan yang digambarkan sebagai lima domino yang berdiri sejajar, yaitu kebiasaan, kesalahan seseorang, perbuatan, dan kondisi tidak aman (hazard), kecelakaan, serta cedera. Heinrich mengemukakan, untuk mencegah terjadinya kecelakaan, kuncinya adalah dengan memutuskan rangkaian sebab akibat. Misalnya dengan membuang hazard, satu domino diantaranya.

Faktor penyebab kecelakaan kerja menurut Heinrich (1980) antara lain:
1. Ancestry dan Social Environment, yaitu faktor keturunan, keras kepala, gugup, penakut, iri hati, sembrono, tidak sabar, pemarah, tidak mau bekerjasama, tidak mau menerima pendapat orang lain, dan lain-lain.
2. Fault of Person, yaitu rangkaian dari faktor keturunan dan lingkungan yang menjurus pada tindakan yang salah dalam melakukan pekerjaan. Ada beberapa keadaan yang menyebabkan seseorang melakukan kesalahan-kesalahan, yaitu:
  1. Pendidikan, pengetahuan, dan keterampilan yang rendah
  2. Keadaan fisik seseorang yang tidak memenuhi syarat
  3. Keadaan mesin atau lingkungan fisik yang tidak memenuhi syarat

Behavior Based Safety (BBS) / Keselamatan Berbasis Perilaku


:. hse-info.com. Berbicara mengenai Behavior Based Safety atau Keselamatan Berbasis Perilaku, maka sangat jelas sekali bahwa basic atau landasan jalannya program ini adalah berdasarkan perilaku. Perilaku disini pasti sangat jelas berhubungan dengan perilaku manusia dalam hal bekerja di area kerja yang sangat banyak bersinggungan dengan alat-alat kerja, benda kerja, kendaraan kerja, langkah kerja, dan lainnya. Sebelum masuk lebih dalam ke pembahasan mengenai Behavior Based Safety, maka sebaiknya kita harus mengenali terlebih dahulu mengenai PERILAKU.


Pengertian Perilaku menurut beberapa ahli
  1. Menurut Geller (2001), perilaku mengacu pada tingkah laku atau tindakan individu yang dapat diamati oleh orang lain. Dengan kata lain, perilaku adalah apa yang seseorang katakan atau lakukan yang merupakan hasil dari pikirannya, perasaannya, atau diyakininya.
  2. Perilaku manusia menurut Dolores dan Johnson (2005 dalam Anggraini, 2011) adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia dan dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan, persuasi, dan atau genetika. Perilaku seseorang dapat dikelompokkan ke dalam perilaku wajar, perilaku dapat diterima, perilaku aneh, dan perilaku menyimpang. Perilaku dianggap sebagai sesuatu yang tidak ditunjukkan kepada orang lain dan oleh karenanya merupakan suatu tindakan sosial manusia yang sangat mendasar
  3. Notoatmodjo (2007) mengatakan bahwa dari segi biologis, perilaku adalah suatu kegiatan atau aktifitas organisme (makhluk hidup) yang bersangkutan. Dengan demikian, perilaku manusia pada hakikatnya adalah tindakan atau aktifitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas, antara lain berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca, dan sebagainya.
  4. Skinner, merumuskan bahwa perilaku merupakan hasil hubungan antara perangsang (stimulus) dan tanggapan dan respon. Oleh karena perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme, dan kemudian organisme tersebut merespon, maka teori Skinner ini disebut dengan teori “S-O-R” atau “Stimulus-Organisme-Respons”.

Kecelakaan Kerja

:. hse-info.com. Kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak direncanakan dan tidak terkendali yang disebabkan oleh faktor manusia, situasi, dan lingkungan atau gabungan dari ketiganya, yang mengganggu proses kerja, yang dapat atau tidak dapat menimbulkan cedera, kesakitan, kematian, kerusakan properti, kerusakan lingkungan, atau kejadian lain yang tidak diinginkan, tetapi berpotensi untuk terjadi kecelakaan. Sementara itu menurut Heinrich (1980), kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak direncanakan dan tidak terkendali akibat aksi atau reaksi dari sebuah benda, substansi, manusia, atau radiasi yang menimbulkan cedera atau berpotensi demikian.
Kecelakaan dapat disebabkan oleh adanya dua hal yaitu bahaya mekanis atau sumber energi yang tidak terkendali dan yang kedua adalah tindakan yang tidak aman. Dari kedua hal ini, semuanya terjadi karena kesalahan dari faktor manusia itu sendiri. Kesalahan ini menurut Heinrich disebabkan oleh faktor lingkungan atau keturunan. Karena itu, dalam menganalisis suatu kecelakaan akan terlihat keadaan sebagai berikut:

Keterangan dari teori Domino Heinrich diatas, dimulai dari terjadinya cidera. Cidera disebabkan oleh kecelakaan. Kecelakaan ini disebabkan oleh bahaya mekanis atau sumber energi yang tidak terkendali dan tindakan tidak aman. Kedua hal ini merupakan penyebab langsung. Hal ini terjadi karena kesalahan manusia dan kesalahan manusia ini disebabkan oleh faktor lingkungan dan keturunan sebagai penyebab dasar.